Tampilkan postingan dengan label Kuliner Sriwijaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner Sriwijaya. Tampilkan semua postingan


Untuk : 20 buah
Bahan :
1 kg daging ikan gabus / tengiri, haluskan
½ kg tepung sagu
300 ml air
1 sdt garam




Read More
Diposting oleh Rahmawati Blog on Minggu, 15 Januari 2012


Untuk : 5 porsi
Bahan :

250 gram tepung terigu
1 butir telur ayam
1 sdt minyak goreng
½ sdt garam
500 ml air
Bahan Kuah :
250 gram daging sapi
500 ml santan
1 sdm minyak untuk menumis
Bumbu Halus :


1 sdm ketumbar
1 jumput jintan
1 iris jahe
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
Bumbu Kasar :
3 lembar daun salam
2 iris lengkuas



Read More
Diposting oleh Rahmawati Blog on

Untuk : 5 porsi
Bahan :
2 sdm margarin
15 gram jamur kuping, seduh lalu potong-potong
25 gram bunga sedap malam, seduh lalu potong-potong

125 gram bengkuang, potong korek api
25 gram soun, rendam lalu potong-potong
1 sdm daun seledri, potong-potong
½ sdt cuka
5 sdm bawang goreng
2000 ml air Haluskan :


Read More
Diposting oleh Rahmawati Blog on Sabtu, 14 Januari 2012

BAHAN :

  • 1 buah pempek lenjer
  • 1 buah mentimun, cincang
  • 1 tahu Cina, goreng, potong-potong
  • 3 sdm ebi bubuk
  • 150 g soun, seduh air hangat
  • 250 g mi basah, seduh air hangat, tiriskan
  • Cuko secukupnya
  • Minyak untuk menggoreng

Read More
Diposting oleh Rahmawati Blog on Senin, 09 Januari 2012


BAHAN :
Resep adonan dasar

BAHAN KALDU IKAN :

  • 150 g daging ikan gabus, rebus, haluskan 250 ml santan kental
  • 500 ml santan cair Garam secukupnya
  • 500 ml kaldu ikan / air Bawang goren

Read More
Diposting oleh Rahmawati Blog on

Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama pempek atau empek-empek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina. Berdasar cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi. Hasil tangkapan itu belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang.

Read More
Diposting oleh Rahmawati Blog on
Diberdayakan oleh Blogger.

Selamat Datang

Selamat datang di Blog Kontemplatif Cendekia, media yang mengajak Anda untuk sejenak merenung dan menjadi lebih bijak dalam melangkah.

Jam dan Tanggal

Labels

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Visitors

free counters

About Me

Foto Saya
Rahmawati Blog
Lihat profil lengkapku